Person of the Year 2006

by LareSabin

Mengejutkan? Atau tidak mengejutkan? Seperti tahun-tahun sebelumnya sejak 1927, majalah terkemuka TIME kembali memilih figur yang layak disebut sebagai Person of the Year. Untuk tahun 2006, TIME tidak memilih sosok atau institusi tertentu sebagaimana yang lazim dilakukan. TIME menetapkan you (kamu, anda, ngana, ente) sebagai Person of the Year. Artinya siapa saja yang membaca majalah tersebut dan memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan layak disebut sebagai Person of the Year 2006.

Pilihan nyleneh ini bukan yang pertama kali. Tahun 1950 TIME memilih tentara-tentara Amerika Serikat (AS) yang bertempur di Semenanjung Korea. Iniliah untuk pertama kali TIME memilih bukan perorangan sebagai Person of the Year. Trend pilihan massal ini berulang antara lain pada tahun 1960 (ilmuwan-ilmuwan AS) dan 1975 (kaum perempuan AS).

Komputer terpilih pada tahun 1982. Pilihan ini dianggap mengejutkan karena menyimpang dari kelaziman yang berlaku. Komputer adalah subjek “bukan manusia” pertama yang dipilih. Enam tahun kemudian pola ini berulang. Bumi yang merana (terjemahan bebas endangered earth) yang terpilih kali ini.

Keputusan TIME untuk memilih you dapat dikatakan merupakan sebuah trend baru. Berbeda dengan pilihan-pilihan sebelumnya, pilihan tahun 2006 ini memiliki batasan yang lebih luas. Siapa saja yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi – khususnya internet – berhak masuk dalam kategori person of the year.

Pilihan tersebut semakin memertegas peran internet, tidak hanya sebagai sarana komunikasi tetapi juga sebagai agen perubahan. Beberapa kasus diulas oleh TIME untuk menjelaskan fenomena tersebut. Satu di antaranya adalah bagaimana sebuah video yang ditayangkan melalui internet dapat memengaruhi hasil pemilu AS. Video tersebut menggambarkan Senator George Allen menggunakan julukan rasis terhadap salah satu anggota tim sukses lawan politiknya. Setelah melihat video tersebut, mayoritas publik memutuskan memberikan suaranya ke lawan politik Allen. Saat itu Allen dperkirakan akan memenangkan kembali kursi senat negara bagian Virginia. Lebih dari itu, Allen juga termasuk salah satu politisi yang masuk bursa calon presiden AS pada pemilu tahun 2008 yang akan datang.

Kasus Allen menggambarkan bagaimana pemanfaatan teknologi informasi mengubah konstelasi politik. Perubahan tersebut dimulai dari satu tahap penting, yaitu ketika pemilik rekaman video di atas memutuskan untuk menampilkannya di internet.

Pentingnya peran teknologi informasi memang tidak terbantahkan. Beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian terkait dengan pilihan majalah TIME di atas. Pilihan tersebut menggambarkan bagaimana dominasi negara-negara maju dalam menentukan agenda internasional. Meski internet juga sudah menjadi bagian keseharian di negara-negara berkembang, akses di negara-negara miskin dan berkembang masih sangat terbatas. Selain karena ketertinggalan teknologi, biaya sambungan internet di negara-negara tersebut masih relatif tinggi dibandingkan dengan negara-negara maju, terutama bila dibandingkan dengan tingkat penghasilan. Sebagai contoh, biaya langganan bulanan internet dengan teknologi DSL di California, AS setara dengan upah minimum empat jam kerja. Hal serupa tidak dapat dinikmati oleh mereka yang tinggal di negara-negara miskin dan berkembang.

Semoga kenyataan ini tidak diabaikan oleh mereka yang saat ini benar-benar menikmati manfaat kemajuan teknologi informasi. Artinya, pemilihan you bukan berarti menganggap setiap orang sudah akrab dengan teknologi internet berikut segala aksesorisnya. Sebaliknya, pilihan tersebut hendaknya membuka kesadaran bahwa mayoritas penduduk dunia belum menikmati kemudahan tersebut atau bahkan tidak mengetahui teknologi tersebut sama sekali. Dengan demikian, kesadaran untuk berbagi kesejahteraan meningkat sehingga kemampuan untuk mengadopsi teknologi ini juga meningkat. Dengan demikian, yang berhak menjadi you, menjadi person of the year tidak hanya mereka yang tinggal di negara-negara maju, tetapi juga di wilayah lain yang masih tertinggal.

 

Advertisements