Bush (Akhirnya) Meneteskan Air Mata (Juga)

by LareSabin

Membuka koran pagi ini, satu foto di halaman depan langsung tertangkap oleh mata. Gambar Presiden Bush sedang meneteskan air mata. Momen ini terjadi pada saat penyerahan Medal of Honor untuk seorang kopral marinir yang tewas di Irak dua tahun lalu. Terasa spesial karena selama ini Bush selalu bersikap ‘keras kepala’ dalam urusan Irak dan minim empati. Tipikal koboi Texas.

Entah apa yang ada di benak Bush. Mungkin trenyuh melihat banyaknya tentara AS yang tewas sementara persoalan Irak tak kunjung selesai. Bahkan terlihat semakin rumit. Dukungan internasional sejak awal sudah tidak didapatkan. Politisi Irak kelihatannya bermain dengan agenda mereka sendiri. Dan saat ini publik dalam negeri juga semakin keras meneriakkan tuntutan agar AS keluar dari Irak.

Rencana untuk menambah 20.000 pasukan juga mendapat banyak kritik, bahkan dari kolega Partai Republik di Kongres. Usulan ini dianggap tidak efisien. Selain menyerap dana dalam jumlah besar juga belum tentu dapat menyelesaikan persoalan Irak. Bahkan sebagian pengamat menyatakan bahwa AS sedang mengulangi kesalahan di Vietnam.

Tetesan air mata Bush mungkin mengejutkan banyak pihak. Namun tidak demikian dengan rakyat Irak. Dapat dikatakan air mata mereka sudah habis. Masa depan mereka juga semakin tidak jelas. Sebutan sebagai ‘negeri yang bersatu dan telah menjalankan pemilu nan demokratis’ seolah tidak ada harganya karena buruknya situasi keamanan. Setiap orang dihantui rasa curiga dan was-was.

Air mata Bush, bagaimanapun, dapat dikatakan sebagai pengakuan atas kesalahan yang dilakukan di Irak. Bush tidak lagi sering menyebut kata ‘kemenangan’ dalam pidato-pidatonya yang terkait dengan Irak. Nada bicaranya mulai melunak.

Kita berharap ini merupakan awal yang baik, meski sebenarnya sudah terlambat. Kita tunggu apakah akan perkembangan yang lebih baik. Jika tidak, air mata menjadi hanya sebatas air mata saja. Bukan empati, tapi bisa jadi karena mata sedang penat. Jika demikian yang dibutuhkan bukan penyelesaian masalah Irak, tetapi cukup obat tetes mata.

 

Advertisements