Perempuan, Kulit Hitam, dan Latino

by LareSabin

Mengamati perkembangan politik dalam negeri Amerika Serikat (AS), tiga kategori di atas sering disebut akhir-akhir ini terkait dengan pemilihan presiden tahun 2008. Masih sekitar 22 bulan lagi, memang. Namun aromanya sudah sedemikian merebak. Satu per satu politisi mulai mengabarkan niatnya untuk mencalonkan diri.

Dalam konteks AS, baik perempuan, kulit hitam, maupun latino merupakan kelompok minoritas. Perempuan, meski jumlahnya berimbang dengan pria, tetap merupakan minoritas dalam dunia politik. Oleh karena itu terpilihnya Nancy Pelosi sebagai Ketua DPR awal tahun merupakan sejarah tersendiri. Sepanjang sejarah AS, Pelosi merupakan perempuan pertama yang menduduki jabatan tersebut.

Sementara itu kulit hitam dan latino merupakan kelompok minoritas, baik dalam hal jumlah maupun keterwakilan dalam politik dan pemerintahan. Meski keberadaannya dapat ditelusuri sejak negeri Paman Sam didirikan, pengakuan atas hak-hak politik warga kulit hitam secara penuh dapat dikatakan belum terlalu lama. Dewasa ini keberadaan mereka semakin diakui, seiring bertambahnya warga kulit hitam yang menduduki jabatan penting di politik dan pemerintahan.

Keterwakilan warga latino juga masih terbatas. Kategori latino sifatnya multiras: dapat berasal dari kulit putih, hitam, maupun Indian. Krtiteria utamanya adalah bahasa ibu mereka adalah Spanyol. Oleh karenanya keturunan Eropa di perbatasan Mexico, kulit hitam dari Puerto Rico, dan warga Indian keturunan imigran asal Amerika Tengah dapat dikategorikan sebagai latino.

Lalu, apa kaitannya dengan pemilihan presiden?

Tiga balon (bakal calon, dalam perpolitikan Indonesia disebut demikian) yang saat ini muncul ke permukaan mewakili tiga kelompok di atas. Kebetulan ketiganya berasal dari Partai Demokrat.

Mewakili perempuan adalah Senator Hillary Clinton, istri mantan Presiden Bill Clinton. Saat ini Hillary Clinton merupakan Senator mewakili negara bagian New York. Sebagai anggota komisi yang membidangi militer, nama dan pendapatnya kerap menghiasi pemberitaan media terkait dengan masa depan kebijakan AS di Irak. Sejauh ini Hillary Clinton merupakan balon Demokrat terpopuler. Jajak pendapat terakhir CNN menunjukkan mantan ibu negara ini mendapatkan dukungan 34% pemilih Demokrat.

Kulit hitam diwakili oleh Barrack Obama, lengkapnya Barack Hussein Obama. Obama merupakan sosok menarik. Ayahnya adalah seorang Kenya dan ibunya kulit putih Amerika. Obama juga pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia, mengikuti ibunya yang saat itu menikah dengan orang Indonesia setelah bercerai dengan ayah Obama. Dengan usia yang relatif muda dan baru dua tahun menjadi Senator, Obama merupakan rising star. Dalam hal popularitas, Obama berada di urutan kedua setelah Hillary Clinton. Berdasarkan jajak pendapat CNN di atas, Obama didukung oleh sekitar 18% pemilih Demokrat.

Balon ketiga adalah Bill Richardson yang mewakili latino. Meski popularitasnya kalah dengan dua balon di atas, Richardson telah lama berkiprah di pemerintahan. Saat ini Richardson adalah Gubernur negara bagian New Mexico dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Duta Besar AS di PBB dan Menteri Energi di masa pemerintahan Clinton.

Apabila ketiganya memutuskan maju ke bursa balonpres, maka sejarah baru akan terukir. Meski demikian, karena seluruhnya berasal dari Partai Demokrat, ketiganya harus bertarung di tingkat partai untuk mendapatkan tiket sebagai capres dari partai tersebut. Mungkin salah satu memenangkan perebutan tiket tersebut, atau semuanya kalah karena ada balon lain yang terpilih. Apabila berhasil memenangi pemilihan internal partai, salah satu di antara mereka akan bertarung di tingkat nasional melawan capres Partai Republik (dan capres independen, jika ada). Jika terpilih menjadi presiden, maka sejarah yang lebih baru akan tercatat. Hillary Clinton akan menjadi presiden pertama yang berasal dari kalangan perempuan, atau Barrack Obama akan menjadi presiden pertama yang berasal dari kalangan kulit hitam, atau Bill Richardson akan menjadi presiden pertama yang berasa dari kalangan latino.

Masih jauh dan masih banyak proses yang harus dilewati. Jadi, kita tunggu saja.

Advertisements