Vietnam Melaju Kencang

Menyusun laporan perkembangan perdagangan (ekspor-impor) antara Indonesia dan wilayah Pacific Northwest Amerika Serikat (AS), perhatian tertuju pada Vietnam. Tiga tahun terakhir pertumbuhan ekspor negara ini ke pantai barat AS selalu di atas 30%. Angka ini melewati sebagian besar negara ASEAN, termasuk Indonesia, yang pada umumnya berkisar antara 7% dan 10%.

Nilai ekspor Vietnam ke empat pelabuhan pantai barat AS (Anchorage, Portland, San Francisco, dan Seattle) pada tahun 2005 masih separuh dari ekspor Indonesia. Komposisi ini berubah drastis tahun ini. Berdasarkan data sembilan bulan terakhir (Januari-September), nilai ekspor Vietnam sudah hampir sama dengan Indonesia. Selisihnya hanya dalam hitungan puluhan ribu dollar AS.

Bukan tidak mungkin jika pada akhir tahun nilai ekspor mereka akan melewati Indonesia. Jika terjadi, kita dan mereka akan bertukar tempat. Di antara negara-negara ASEAN (yang melakukan ekspor ke empat pelabuhan pantai barat AS), Vietnam akan naik menjadi peringkat ke-5. Sebaliknya Indonesia akan turun ke peringkat ke-6.

Secara umum, komoditi ekspor ke pantai barat AS dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama adalah produk yang secara tradisional tidak dapat diproduksi di AS. Contoh paling mudah adalah kopi. Kelompok kedua adalah produk yang dihasilkan oleh perusahaan AS yang membuka unit produksi di luar negeri atau produk perusahaan luar negeri yang dipesan perusahaan AS.

Pertumbuhan ekspor Vietnam banyak ditopang oleh kenaikan nilai ekspor produk kelompok kedua. Dua kesimpulan dapat ditarik di sini. Pertama, semakin banyak perusahaan AS yang membuka unit usaha di Vietnam. Kedua, semakin tinggi kepercayaan perusahaan AS untuk memesan produk kepada perusahaan lokal Vietnam.

Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab. Pertama, masyarakat AS keturunan Vietnam mulai mapan, secara ekonomi maupun politik. Saat ini sudah ada beberapa Vietnam-American yang menduduki posisi penting di pemerintahan pada tingkat negara bagian. Kiprah mereka memiliki andil yang cukup besar dalam menarik investor AS menanamkan modal di negeri Paman Ho tersebut. Beberapa Vietnam-American juga menduduki posisi penting di sejumlah perusahaan ternama AS. Keputusan Intel untuk membuka unit produksi di Vietnam juga tidak terlepas dari peran salah seorang petinggi keturunan Vietnam di perusahaan tersebut.

Kedua, perubahan terjadi pada waktu yang tepat di Vietnam. Artinya, pada saat AS mulai melirik kawasan Asia-Pasifik sebagai sentra produksi, pada saat itu juga perubahan terjadi di Vietnam. Dengan pengelolaan yang tepat, perubahan dari perekonomian yang terkomando menjadi berorientasi pasar menghasilkan sejumlah angka pertumbuhan yang menakjubkan.

Tidak dapat dimungkiri apa yang saat ini dicapai Vietnam merupakan sebuah prestasi. Tidak ada salahnya jika kita belajar pada keberhasilan mereka.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s