Arah Baru Politik Australia

Sabtu dini hari (waktu sini) seorang teman yang tinggal di Canberra, Australia mengirim pesan elektronik. “Australia akan memiliki perdana menteri baru.” Partai Buruh meraih suara mayoritas dalam pemilu yang digelar hari itu (Sabtu, 24 November). Mayoritas pemilih tidak memerpanjang kepercayaannya kepada pemerintah koalisi Partai Liberal dan Partai Nasional pimpinan (mantan) Perdana Menteri John Howard.

Dua setengah tahun tinggal di Australia membuat perhatian terhadap perkembangan politik domestik tersebut tidak dapat dihilangkan. Terlebih Australia merupakan salah satu tetangga terdekat Indonesia. Dan tetangga ini boleh dikatakan unik. Mereka adalah negara barat di tengah-tengah sekumpulan negara Asia-Pasifik. Kondisi ini membuat pola hubungan Australia dengan tetangga-tetangganya memiliki karakteristik khusus.

Selama sekitar 11 tahun berkuasa, pemerintahan koalisi sering dipandang mengabaikan pentingnya hubungan baik dengan negara-negara di kawasan Asia. John Howard dianggap lebih mementingkan hubungan baik dengan Amerika Serikat (AS). Memilih teman baik dalam hubungan internasional merupakan sebuah hal lumrah. Namun Howard tidak sekadar menyebut Australia sebagai teman, melainkan deputy sheriff di kawasan. Artinya Howard menempatkan Australia sebagai pengawas negara-negara tetangganya. Hal ini tidak disuka oleh beberapa negara di kawasan.

Suasana politik regional selepas peristiwa 9/11 memang cukup panas. Aksi teror yang mengatasnamakan Islam dianggap sebagai ancaman serius oleh Howard. Peristiwa Bom Bali dan Bom Kuningan (di depan gedung Kedutaan Besar Australia di Jakarta) memerkuat anggapan ini. Pemerintahan koalisi mengelola isu ini dengan baik dan mereka mampu memenangi pemilu tahun 2001 dan 2004.

Namun kekalahan koalisi pada pemilu 2007 tidak dapat diartikan bahwa aksi teror yang mengatasnamakan Islam tidak lagi dipandang sebagai ancaman. Isu yang kencang berhembus menjelang pemilu adalah dampak pemanasan global terhadap lingkungan. Selama ini Howard dianggap terlalu skeptis dengan ancaman pemanasan global. Padahal kekeringan semakin sering melanda benua kanguru tersebut. Sebagian besar mulai yakin bahwa kekeringan tersebut merupakan salah satu dampak pemanasan global. Mereka membutuhkan pemerintah yang memiliki perhatian terhadap isu ini.

Lalu, bagaimana pandangan Australia terhadap ancaman teroris yang mengatasnamakan Islam? Pergeseran politik, menurut hemat saya, tidak secara drastis mengubah pandangan ini. Publik Australia melihat peristiwa Bom Bali sebagai kejadian besar dalam sejarah mereka. Memori akan peristiwa ini masih dan akan terus mengakar kuat.

Yang dapat kita harapkan adalah bagaimana pemerintahan Partai Buruh dapat mengelola isu ini lebih baik dari koalisi. Apabila selama ini pemerintahan koalisi lebih memilih pendekatan keamanan (security approach), mungkin Partai Buruh harus lebih mementingkan dialog. Tidak dapat dimungkiri, negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand memiliki peran penting dalam upaya mengatasi ancaman teror yang mengatasnamakan Islam ini. Dengan demikian, dialog dan kerjasama antara Australia dan negara-negara tersebut sangat diperlukan.

Menyimak pernyataan-pernyataan kandidat perdana menteri dari Partai Buruh, Kevin Rudd, selama kampanye; peluang mengedepankan dialog dan kerjasama terbuka lebar. Rudd tidak melupakan pendahulunya Paul Keating yang berhasil mendekatkan (jika tidak dapat disebut mengintegrasikan) Australia dengan kawasan Asia-Pasifik. Kedekatan dengan kawasan Asia-Pasifik terbukti banyak memberikan dampak positif.

Pengalaman Rudd sebagai diplomat juga akan memberi nuansa lain. Ditambah dengan pengalaman sebagai Menteri Luar Negeri bayangan di parlemen, Rudd memiliki bekal yang lebih dari cukup dalam menentukan arah kebijakan pemerintahannya di kawasan.

Kesimpulannya, mudah-mudahan pergeseran kekuasaan di Australia diikuti perubahan ke arah yang lebih baik; khususnya dalam konteks hubungan negeri tersebut dengan tetangga-tetangga di kawasan (termasuk Indonesia). Kita menunggu lho, Pak Rudd.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s