Gerimis Washington

by LareSabin

Gerimis menyapu Washington DC sepanjang hari ini. Ibukota negeri Paman Sam ini terlihat muram. Angin bertiup sedang saja. Namun tenaganya masih cukup untuk merontokkan daun-daun kecoklatan sisa musim gugur. Seperti menempel di ranting, menunggu jatuh.

Perjalanan pulang ke San Francisco dijadwalkan sore ini. Masih ada waktu untuk melihat-lihat sudut kota Washington. Kesan yang dirasakan adalah kekakuan. Kecemasan. Melewati gedung-gedung pemerintahan, pengamanan terlihat begitu ketat. Sebagian polisi menenteng senjata laras panjang. Posisinya siap tembak. Seperti sedang menunggu musuh saja.

Untunglah masih ada musium yang bisa dikunjungi. Meski di luar penjaganya juga garang, di dalam dapat ditemukan nuansa yang berbeda. Keindahan alam dapat dinikmati di Smithsonian Museum of Natural History. Bison yang diawetkan terlihat garang. Meski tatapan matanya tetap menyiratkan kegundahan. Perasaan penduduk asli yang terpinggirkan.

Deretan mineral dan batu mulia juga mendatangkan decak kagum. Warna-warna yang dilukis alam sungguh menakjubkan. Mengajak angan melambung jauh, menembus perut bumi tempatnya berasal.

Gerimis masih menemani Washington. Langit belum juga tersenyum. Seakan mewakili kecurigaan kota ini pada setiap orang asing yang berkunjung.

Semoga wajah ramahmu segera kembali.

(Reagan Airport; menunggu boarding)

Advertisements