Politik, Tragedi, Martir

by LareSabin

Berita pagi ini membuat kita terhenyak. Bekas Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto tewas ditembak. Benazir, yang belum lama kembali ke negerinya dari pengasingan, tewas saat berkampanye.

Kematian Benazir menambah panjang daftar tragedi politik di kawasan Asia Selatan. Bapaknya, Zulfikar Ali Bhutto, tewas digantung setelah dikudeta. Rentetan tragedi juga terjadi di India, Sri Lanka, dan Nepal. India kehilangan Mohandas Gandhi, Indira Gandhi, dan Rajiv Gandhi secara tragis. Sri Lanka kehilangan beberapa pemimpin politiknya dengan cara yang tidak kalah tragis. Nepal kehilangan rajanya, juga melalui tragedi berdarah.

Kembalinya Benazir ke Pakistan mengundang perhatian banyak pihak. Di satu sisi, Pakistan adalah sekutu utama AS dalam memerangi teroris yang diyakini berkeliaran di perbatasan Pakistan-Afghanistan. Pada sisi lain, Presiden Pakistan Musharraf dianggap kurang ideal sebagai sekutu dan manuvernya susah diduga. Dia militer. Dianggap anti-demokrasi.

Kembalinya Benazir diharapkan dapat mengubah peta politik Pakistan. Belum terwujud, kematian menjemput Benazir. Politik melahirkan tragedi dan martir. Dan tanda tanya yang kian besar.

Advertisements