Pengalaman atau Perubahan?

Pengalaman dan perubahan menjadi isu sentral pemilihan kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat yang saat ini tengah berlangsung.

Hillary Clinton mengusung tema pengalaman. Maklum, Hillary sudah lebih dari tujuh tahun menjadi anggota Senat. Sebelumnya, Hillary menjadi Ibu Negara selama delapan tahun dan istri Gubernur selama sekitar sepuluh tahun. Sederet pengalaman ini yang dijualnya ke pemilih. Untuk mengatasi persoalan domestik AS dan memulihkan citra negeri Paman Sam tersebut di mata internasional diperlukan sosok presiden yang berpengalaman. Calon yang paling tepat adalah Hillary.

Sebaliknya Barack Obama, yang kalah dari segi pengalaman, lebih mengangkat isu perubahan. Dibanding Hillary, pengalaman Barack terhitung sedikit. Pengalaman politik Barack adalah menjadi anggota Senat Negara Bagian Illinois selama tujuh tahun dan menjadi anggota Senat AS sejak tahun 2005. Barack berpendapat untuk mengatasi masalah AS diperlukan keberanian untuk berubah. Untuk itu diperlukan sosok presiden yang pro-perubahan. Sosok tersebut dapat ditemukan pada diri Barack.

Dari sini, saling serang kemudian muncul. Hillary menyangsikan kemampuan Barack yang minim pengalaman. Memiliki pengetahuan yang luas tentang seluk-beluk perpolitikan AS, Hillary lebih suka memilih forum debat. Karena di situlah dia dapat memberi bukti kepada khalayak, jika dia lebih pintar dari Barack.

Sebaliknya, Barack lebih suka berpidato dengan kalimat-kalimat puitis yang memberikan inspirasi. Dia juga kerap mengatakan bahwa pengalaman bukanlah jaminan. Meski punya segudang pengalaman, toh Hillary memberikan suara yes pada saat pemungutan suara di Senat tentang rencana penyerangan Irak. Terbukti, kebijakan AS menyerang Irak tidak tepat. Dan, bukankah pada saat mencalonkan diri menjadi presiden, Bill Clinton (suami Hillary) juga minim pengalaman? Jadi kenapa sekarang pengalaman kemudian dipersoalkan?

Lalu, mana yang lebih unggul? Pengalaman atau perubahan?

Sampai hari ini (Selasa, 12 Februari 2008, 9.15 PM waktu California) sudah 35 negara bagian yang menyelenggarakan pemilihan pendahuluan (primary maupun caucus) Partai Demokrat. Hasilnya, Barack menang di 22 negara bagian (termasuk Washington DC); Hillary menang di 12 negara bagian; dan kedudukan imbang di satu negara bagian.

Saat tulisan ini dibuat, CNN melaporkan bahwa Barack telah mendapatkan 1.215 anggota delegasi dan Hillary 1.190 anggota delegasi. Delegasi adalah perwakilan yang akan menentukan calon tetap presiden dalam konvensi Partai Demokrat medio tahun ini. Jumlah minimal yang diperlukan oleh Barack maupun Hillary adalah 2.025 anggota delegasi.

Jadi, bagaimana kelanjutannya?

Masih harus menunggu hasil pemilihan pendahuluan di negara-negara bagian lain. Kekuatan keduanya masih imbang. Peluang mereka tidak berbeda jauh. Menarik untuk ditunggu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s