Wajah Asia di Kota Eugene

by LareSabin

Dua hari ini saya mengikuti kegiatan Asian Celebration di kota Eugene, negara bagian Oregon. Kegiatan ini semacam bazar ditambah dua panggung pertunjukan. Ada yang menjual makanan dan pernak-pernik. Ada yang menyediakan informasi. Namanya juga Perayaan Asia; semuanya berbau Asia. Panggung pertunjukan tidak hanya menampilkan musik dan tari, tetapi juga seni beladiri Asia.

Keberadaan komunitas Asia di negara bagian Oregon (yang berada di pantai Samudera Pasifik) sudah tercatat sejak satu setengah abad lalu. Ketika orang-orang kulit Eropa mulai mengeksplorasi wilayah barat laut Amerika Serikat (AS), pada saat yang sama tenaga kerja asal Asia (umumnya dari China dan Jepang) didatangkan.


Meski keberadaannya dapat ditelusuri jauh ke belakang; populasi Asia sampai pertengahan 1990-an dapat dikatakan masih sedikit. Gelombang imigrasi Asia ke Amerika pada akhir 1990-an meningkatkan jumlah komunitas Asia di Oregon secara drastis.

Ada beberapa catatan dari penyelenggaraan Asian Celebration. Pertama, komunitas Jepang dan Korea terlihat mendominasi acara. Jumlah stand dengan tema Jepang dan Korea terhitung paling banyak. Begitu juga atraksi di panggung pertunjukan dan ragam makanan yang dijual di bazaar.

Kedua, sebuah fenomena menarik (setidaknya bagi saya) ditemui di lokasi kegiatan: komunitas kulit putih penganut agama Sikh. Kulit putih berpaling ke Asia bukan berita baru. Tidak heran jika ada di antara mereka yang kemudian menganut Hindu atau Budha.

Tapi orang kulit putih menganut Sikh masih merupakan hal baru bagi saya. Seperti juga agama Yahudi, Sikh sering dipersepsikan sebagai agama eksklusif untuk etnis tertentu. Agama Yahudi untuk bangsa Yahudi; agama Sikh untuk bangsa Sikh asal Punjab.

Seperti juga penganut Sikh pada umumnya; komunitas kulit putih yang menganut Sikh juga mengenakan turban dan memanjangkan kumis dan jenggot. Wanita mengenakan Sari. Bule dalam pakaian India, singkatnya begitu. Unik, menurut saya.

Karena pestanya orang Asia, semuanya terasa Asian-friendly. Selain anggota komunitas Asia; banyak juga pengunjung dengan latar belakang etnis non-Asia. Umumnya adalah mereka yang menikah dengan orang Asia, atau pernah tinggal di salah satu negara Asia. Atau juga yang jatuh cinta dengan Asia; seperti komunitas kulit putih yang menganut agama Sikh tadi.

Advertisements