Tujuh Dosa Politik Luar Negeri Amerika

by LareSabin

Kebijakan luar negeri Presiden Goerge Bush banyak menuai kritikan, di dalam maupun di luar Amerika. Banyak tulisan yang mengupasnya, termasuk buku karya Loch K. Johnson berjudul Seven Sins of American Foreign Policy (Pearson Longman, 2007). Johnson adalah profesor di University of Georgia dan editor senior jurnal Intelligence and National Security.
Apa saja tujuh dosa tersebut?

  1. Tidak peduli dengan sekitar (ignorance)
  2. Dominasi eksekuitf (executive branch dominance)
  3. Terlalu mengedepankan pendekatan militer (excessive emphasis on the military)
  4. Unilateralisme (unilateralism)
  5. Mengucilkan diri (isolationism)
  6. Minim empati (lack of empathy)
  7. Sombong (arrogance).
Apa solusi yang ditawarkan Johnson?
  1. Ketidakpedulian dapat dikurangi dengan sharing informasi antara eksekutif dan legislatif. Pengetahuan seluruh kalangan – masyarakat awam sampai dengan pekabat tinggi – tentang negara lain juga perlu ditingkatkan.
  2. Kerjasama antara eksekutif dan legislatif dalam penyusunan kebijakan luar negeri.
  3. Kepercayaan terhadap informasi dari lembaga intelijen dan diplomat ditingkatkan, sehingga dapat dirumuskan solusi selain tindakan militer.
  4. Bekerjasama dengan negara lain dengan semangat tanggung jawab bersama.
  5. Kerjasama dengan PBB dan organisasi internasional lainnya ditingkatkan.
  6. Peduli dengan situasi dan kondisi yang dihadapi negara-negara miskin dan berkembang, serta berupaya menipiskan kesenjangan antara mereka dan negara maju.
  7. Belajar bersikap rendah hati di hadapan negara lain.
Mudah-mudahan pengganti Bush membaca buku tersebut.
Advertisements