Dari Indonesia Ke Illinois

by LareSabin

Kalimat di atas adalah judul artikel di majalah Newsweek edisi pekan ini. Tidak salah, artikel tersebut mengulas Barack Obama. Maklum, minggu ini Partai Demokrat sedang menggelar hajat besar, konvensi partai di kota Denver, Colrado.
Hampir seluruh media menjadikan konvensi Partai Demokrat sebagai berita utama. Semua mengulas kiprah dan sepak terjang Obama. Ada yang mendukung. Sebagian menyerang. Ada juga yang menyajikan berita dan ulasan secara berimbang.

Terus terang, kata Indonesia di judul artikel Newsweek tadi langsung menarik perhatian saya. Soalnya selama ini berita tentang Indonesia lebih sering bernada negatif. Kali ini Newsweek mengulas perjalanan Obama, dari bukan siapa-siapa menjadi kandidat presiden Amerika.
Seperti diakui sendiri oleh Obama, masa kecil di Jakarta meski singkat memberi kesan yang mendalam. Pertama, empati terhadap dunia di luar Amerika mulai terbentuk. Obama mengalami kehidupan khas dunia ketiga. Gabungan antara keramahtamahan dan keterbatasan. Pengalaman ini membuka mata Obama tentang profil dunia yang kita diami. Berikut segala perbedaan yang ada di atasnya.
Kedua, kehidupan yang keras di Jakarta merupakan pelajaran pertama Obama tentang survive. Diceritakan betapa Obama sangat berkesan dengan pelajaran bertinju yang diajarkan ayah tirinya Lolo Soetoro. Pentingnya kesiapan untuk mempertahankan diri begitu membekas.
Tentu saja epsisode Jakarta hanyalah sepenggal dari cerita perjalanan Obama yang demikian panjang. Banyak episode lain yang lebih berpengaruh terhadap pola pikir sang kandidat presiden. Namun demikian, satu hal membuat saya sedikit terpana. Pengalaman singkat hidup di Indonesia membuat Obama merasa perlu berbuat sesuatu yang lebih baik. Bagi rakyat Amerika. Juga bagi kemanusiaan.
Kembali ke Indonesia, kita disuguhi hingar-bingar persiapan pemilu tahun depan. Ada teman yang menjadi caleg. Beberapa tokoh mengutarakan keinginannya menjadi presiden.
Alangkah bagusnya jika mereka menoleh sejenak kepada Obama. Pengalaman sekitar tiga setengah tahun hidup di Jakarta dijadikan sumber inspirasi. Semoga pengalaman para politisi kita, yang hidup di Indonesia lebih lama dari Obama, juga menjadi sumber inspirasi. Tentu saja untuk menuju ke arah yang lebih baik. Semoga.
Advertisements