Mencermati Hasil Pemilu Amerika Serikat

by LareSabin

Sesuai perkiraan, Partai Republik unggul pada pemilihan umum sela Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS). Data terakhir yang dirilis situs RealClearPolitics menyebutkan Republik berhasil merebut 61 kursi dari Demokrat. Dengan demikian, Demokrat harus kehilangan posisi sebagai mayoritas. Komposisi setelah pemilu sela adalah Republik 240 kursi, Demokrat 185. Masih beruntung, Demokrat ‘hanya’ kehilangan 6 kursi Senat. Dengan demikian, status mayoritas di Senat tidak beralih ke tangan Republik.


Sebagian besar pengamat menyebut kegagalan Demokrat mempertahankan posisi mayoritas di DPR adalah kinerja Presiden Barack Obama di bidang ekonomi yang dianggap tidak memenuhi harapan. Oleh sebagian pemilih, Obama dianggal gagal memenuhi janji perubahan yang diusung pada pilpres dua tahun lalu.

Meski jurkam Demokrat berkali-kali menegaskan bahwa performa ekonomi yang buruk merupakan warisan pemerintahan Republik di bawah Presiden Geroge H.W. Bush, pemilih berpendapat lain. Ketidakberhasilan memperbaiki perekonomian dalam waktu dua tahun terakhir dinilai dijadikan alasan untuk memilih kandidat-kandidat dari Republik.

Meski penyebabnya adalah faktor domestik, perubahan peta kekuatan di DPR AS juga berpengaruh keluar. Salah satu di antaranya adalah masa depan garis kebijakan luar negeri AS di bawah Obama yang ‘lebih ramah’ dalam pergaulan internasional.

Ketika Demokrat menjadi mayoritas di parlemen, baik DPR maupun Senat, relatif mudah bagi Obama untuk menggolkan kebijakan yang diusungnya. Sekarang, Obama harus menghadapi hadangan kubu Republik di DPR. Bukan hal yang mudah karena pada umumnya politisi Republik berpandangan konservatif terkait dengan kebijakan luar negeri.

So, bagaimana masa depan kebijakan luar negeri AS yang lebih ramah? Bagaimana masa depan, misalnya, hubungan AS dengan dunia Islam?

Jawabannya dapat kita tanyakan kepada Pak Obama, saat dia berkunjung ke Jakarta pekan depan.

Advertisements