Seratus Kilometer 75 Menit

26 Desember 2012. Bangun pagi, saya berpikir sudah harus masuk kantor. Ternyata satu hari setelah Natal adalah hari libur di sini. Untuk mengisi libur, saya memutuskan untuk membawa keluarga bermain salju.

Arena bermain salju yang terdekat dari Wina adalah Semmering. Jaraknya sekitar 100 kilometer ke arah selatan. Jam 10 pagi saya berangkat, meski cuaca Wina sedang tidak begitu ramah. Mendung menggantung. Matahari belum juga tampak sejak pagi tadi.

Mengendarai mobil di Austria merupakan sebuah kenikmatan tersendiri. Jarak Wina-Semmering sejauh 100 kilometer dapat ditempuh dalam waktu satu seperempat jam atau 75 menit!

Saya membayangkan musim liburan di Indonesia. Jakarta-Bandung yang berjarak 125 kilometer paling cepat dapat ditempuh dalam waktu tiga jam. Melihat berita di internet menjelang libur panjang akhir tahun, waktu tempuh bisa menjadi dua kali lipat.

Meski musim liburan, jalan tol Austria tidak begitu padat. Mungkin karena penduduk negara ini yang cuma delapan juta. Kira-kira sama dengan total penduduk Jakarta di malam hari.

Selain itu kecepatan maksimal di jalan tol juga dipatok 130 kilometer per jam. Sementara mobil-mobil lain melaju dengan kecepatan maksimal, saya memilih bertahan di lajur paling kanan dengan kecepatan tidak lebih dari ambang batas angka psikologis: 100 kilometer per jam.

Melaju dengan kecepatan 90-95 km per jam, bagi saya, sudah seperti melayang. Tetapi mobil-mobil di dua lajur sebelah kiri mendahului dengan enaknya. Dibanding mereka, mobil saya terlihat begitu lambat!

Jam 11.15 saya tiba di lokasi. Agenda berikutnya adalah memanjakan anak-anak bermain tobogan atau plosotan di salju.

Jam 13.30 kabut turun tiba-tiba. Acara bermain di salju terpaksa diakhiri, meski anak-anak masih belum puas.

Jam 14.00 kami memutuskan kembali ke Wina. Perjalanan pulang ditempuh dengan lebih santai. Tetapi tetap saja pedal gas harus dipacu pada kisaran 90 km per jam. Agar tidak terlihat seperti keong yang merayap karena mobil-mobil lain melaju dengan kecepatan maksimal.

Lima kilometer dari lokasi ternyata cuaca tidak berkabut. Kami mampir mengisi bensin dan mengisi perut di rest area.

Jam 17.00 kami sudah tiba kembali di Wina. Disambut rintik hujan dan temaram senja musim dingin.

Jarak 200 km pulang pergi dalam sehari (apalagi di musim liburan) merupakan sebuah mimpi di Indonesia. Di Austria ternyata itu bisa dilakukan. Sungguh menyenangkan.

Demikian sekelumit cerita sore ini. Selamat berlibur buat semuanya. Have a nice and safe holiday…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s