Gajah

Sebuah hotel di Ljubljana, ibukota Slovenia, menjadikan gajah sebagai nama. Pemberian nama gajah dinisbatkan pada peristiwa di masa lalu.

Rombongan pembawa gajah milik Kaisar Austria yang dipesan dari India transit di hotel tersebut. Si gajah yang ditambatkan di halaman belakang hotel segera menjadi tontonan warga Ljubljana yang seumur-umur belum pernah melihat secara langsung wujud gajah. Rombongan melanjutkan perjalanan ke Wina dan sejak itu gajah mulai digunakan sebagai nama hotel.

Sekarang manajemen hotel menyediakan boneka gajah di setiap kamar hotel. “Hanya dengan beberapa euro, gajah ini boleh Anda bawa pulang sebagai kenang-kenangan”. Demikian kira-kira tulisan yang diterakan di kertas yang menempel di badan gajah.
Bentuknya yang lucu dan teksturnya yang halus membuat saya tergoda untuk memikinya. Dengan beberapa euro si gajah kecil ini akhirnya masuk tas dan melanjutkan perjalanan bersama saya ke Wina. Sama seperti gajah milik Kaisar tempo abad.
Sesampai di apartemen segera gajah kecil itu saya pindah tangankan ke anak saya yang perempuan. Oh ya, dia penyuka boneka. 

Lalu kami bersama-sama melihat si gajah dengan lebih seksama. Sampai akhirnya kami temukan label “made in Indonesia” di – maaf – pantat gajah kecil itu. Wah, kalau gajah Kaisar dulu berasal dari India, penerusnya sekarang berasal dari Indonesia.

Duh, senangnya bisa ketemu sesama Indonesia di negeri orang, hehehehe… Kami juga berkata ke si gajah, suatu saat ia akan dibawa kembali ke negeri asalnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s