Bohemia

Saat pertama kali mendengar lagu Bohemian Rhapsody, saya tidak tahu apa itu Bohemia. Belakangan saya tahu jika Bohemia adalah nama daerah yang saat masuk wilayah Czech Republic alias Ceko.

Siang tadi saya berkendara ke Znojmo, sebuah kota yang lokasinya seperlemparan batu dari perbatasan Austria-Ceko. Jarak dari Vienna sekitar 78 kilometer, perjalanan memakan waktu kurang lebih satu jam.

Hampir sepanjang perjalanan yang saya lihat adalah padang rumput dan lahan pertanian. Musim semi baru saja dimulai hari ini, jadi belum ada warna-warni tetumbuhan di kanan-kiri jalan. Tiga atau empat kota kecil saya lalui. Mungkin lebih tepat disebut desa atau dukuh karena suasananya sunyi dan sepi. Tidak terlihat manusia lalu-lalang di jalan.

Menatap padang rumput terhampar luas, saya membayangkan wajah Eropa di masa lalu. Kerajaan-kerajaan kecil saling berseteru dan berperang satu sama lain. Yang paling kuat menjadi pemain utama yang membawahi daerah taklukan di sekelilingnya.
Entah berapa ribu pasukan berkuda yang pernah melewati area ini. Berangkat atau pulang dari medan perang. Dengan sorak sorai gagah berani, atau dengan langkah terburu karena musuh mengejar dari belakang.

Lalu saya tiba di perbatasan yang hanya ditandai dengan marka jalan bertuliskan Czech Republic. Tidak ada penjaga perbatasan, tidak juga ada gapura bertuliskan ucapan selamat datang. (Tiba-tiba saya teringat gapura bertuliskan ‘Selamat Datang di Kabupaten Banyumas Satria’ selepas Gombong menuju perempatan Buntu).

Pada masa Perang Dingin saya yakin perbatasan ini dijaga ketat. Ada penjaga di kedua sisi perbatasan, bahkan mungkin juga ditanam pagar kawat berduri. Saat itu Ceko adalah negara komunis sementara Austria adalah negara netral yang secara de facto lebih condong ke Barat.

Perbatasan saat itu dianggap sebagai simbol kehormatan negara. Lalu lintas manusia dan barang diawasi dengan ketat. Tidak ada penyusup yang boleh masuk. Juga tidak boleh ada buronan politik yang melarikan diri melintasi perbatasan.

Angin perubahan bertiup kencang di awal 1990-an. Komunisme runtuh. Ceko mengadopsi demokrasi, bahkan kemudian bergabung menjadi anggota Uni Eropa. Perbatasan dengan sesama anggota Uni Eropa – termasuk Austria – dibuka. Manusia berlalu-lalang dengan bebas. Tidak ada lagi pemeriksaan cukai dan imigrasi. Perjalanan antarnegara serasa perjalanan antarkawedanan saja.

Betapa zaman berubah. Apa yang lumrah di masa lalu hanya jadi kenangan di masa sekarang. Bisa jadi perbatasan yang saya lewati tadi akan diawasi kembali atau bahkan ditutup di masa mendatang. Kita tidak tahu. Dan hanya waktu yang kelak akan memberikan jawaban.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s