Dürnstein

Akhir pekan lalu saya berkesempatan mengunjungi Dürnstein, sebuah kota kecil – untuk tidak menyebutnya dusun – sekitar 70 kilometer ke arah barat dari kota Vienna. Disebut kota kecil karena penduduk Dürnstein – menurut Wikipedia – hanya 886 jiwa.

Meskipun kecil, Dürnstein adalah salah satu tujuan wisata – utamanya pada musim semi dan panas. Terletak di lembah Wachau tepat di tepian Sungai Danube, kota kecil ini sangat elok. Berkunjung ke sana, kita disuguhi perpaduan antara indahnya alam dan cantiknya bagunan klasik khas Eropa.

Selain cantik, Dürstein memiliki sejarah panjang. Catatan sejarah kota ini dapat dilacak sampai ke tahun 1192 – saat raja Inggris Richard the Lion Heart ditawan di kota ini sepulang dari pertempuran di Palestina. Catatan sejarah selepas itu juga terdokumentasikan dengan baik.

Soal kebiasaan mencatat sejarah ini membuat saya iri – tidak pakai dengki. Sering sejarah tempat-tempat di Indonesia berujud dongeng dan cerita rakyat turun-temurun. Tidak banyak bukti otentik karena sejarah tidak banyak dicatat. Tapi bisa jadi nenek moyang kita emang orangnya begitu hehehe…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s