Marillen

by LareSabin

Minggu kedua Juli adalah masa panen buah apricot – atau marillen dalam bahasa Jerman. Keinginan untuk ikut memetik marillen sendiri (self-picking) hampir tidak kesampaian karena musim petik sudah selesai akhir pekan lalu.

Untuk mengobati rasa penasaran, tadi pagi kami berkendara ke kebun marillen di Lembah Wachau – tidak jauh dari Aggstein, sekitar 100 kilometer dari kota Vienna.

Benar saja, kami mendapatkan informasi bahwa musim petik sudah selesai.
“Self-picking session sudah kelar. Sekarang kami hanya menjual marillen yang dipetik dari pohon.” Demikian penjelasan ibu-ibu yang menjaga kios penjualan buah di pintu masuk kebun.

Melihat beberapa batang pohon dengan buah marillen yang masih bergelantungan, istri saya berinisiatif menawar.
“Sebenarnya kami ingin memetik sendiri. Sayang sekali kami datang terlambat.”

Tidak dinyana, ibu-ibu penjaga kios buah berbaik hati mengijinkan kami memetik sendiri buah marillen.
“Musim petik sudah berakhir, tapi khusus untuk kalian bolehlah,” katanya sambil menyerahkan kotak kertas untuk tempat buah.

Segera kami beranjak ke kebun, mencari pohon yang masih penuh dengan buah marillen. Terasa spesial karena di kebun yang luas itu hanya kamu berempat berasyik-masyuk memetik marillen.

Karena harus buru-buru kembali ke Vienna, kami segera mengakhiri acara pesta panen ini. Hasilnya adalah 2,6 kilogram marillen matang pohon berwarna kuning-semu-merah. Juga foto-foto yang saya unggah ini.

Advertisements