Pesona Andalusia (3): Semalam di Sevilla

by LareSabin

Setelah menghabiskan setengah hari di kompleks Alhambra, kami meneruskan perjalanan ke Sevilla. Sebenarnya masih ada destinasi lain di Granada yang ingin kami singgahi yaitu Albayzin – sebuah neighbourhood yang suasananya dipertahankan seperti zaman Islam. Sayang sekali waktu sudah hampir beranjak sore. Sementara kami masih harus menempuh perjalanan darat sepanjang 250 kilometer ke arah barat. Terpaksa kunjungan ke Albayzin tidak jadi terlaksana.

Sekitar jam 2 siang kami bergerak menuju Sevilla. Seperti dari Madrid ke Granada, jalan dari Granada ke Sevilla juga mulus. Jalan bebas hambatan dua lajur yang kami lewati terasa sepi. Suasana begitu lengang karena di puncak musim panas warga setempat jarang bepergian. Selain mulus dan lengang, berkendara di jalan bebas hambatan ini bebas biaya alias gratis.

sevilla01

La Giralda.

Sekira separuh pejalanan, kami berhenti di gas station untuk mengisi bensin. Istri dan anak-anak juga perlu ke kamar kecil. Sebelum ke kasir untuk membayar bensin, saya berputar melihat barang-barang yang dijajakan di kios kecil di gas station. Niatnya mencari makanan kecil untuk teman di perjalanan. Pandangan saya tertuju ke kerupuk dalam kemasan plastik di salah satu rak. Bentuknya mirip benar dengan kerupuk yang banyak dijual di Indonesia. Benar saja, begitu dibuka di mobil ketahuan jika kerupuk ini terbuat dari beras dan rasanya mirip kerupuk puli.

Sekitar pukul 5 sore kami tiba di penginapan. Hotel tempat kami bermalam di Sevilla dapat disebut spesial. Pertama karena gratis alias saya tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk menginap. Saya cukup membayar dengan point dari kartu milleage sebuah maskapai penerbangan. Kedua, letak hotel tepat di sebelah stadion Ramon Sanchez Pizjuan kandang klub Sevilla FC. Tidak perlu jalan jauh kalau ingin mencari souvenir dan kaos bola.

Karena masih ada tenaga dan suasana masih terang-benderang (matahari baru akan terbenam jam 9 malam), setelah check-in kami memutuskan untuk pergi ke kota tua Sevilla. Lokasi kota tua tidak begitu jauh dari hotel, hanya perlu 7-10 menit dengan bis. Tujuan utama kami adalah melihat La Giralda – salah satu ikon kota Sevilla.

sevilla02

Cafe di seberang Katedral Sevilla.

Kami turun di taman di sebelah bekas kompleks istana Real Alcazar. Setelah melewati taman, kami berjalan menyusuri lorong-lorong kecil di antara bangunan-bangunan dengan arsitektur khas Islam. Saya belum pernah ke Afrika Utara. Mungkin suasana di kota tua Sevilla ini mirip dengan suasana di kota dan perkampungan di sana. Aroma Islam dan Arab begitu terasa di sepanjang lorong.

Sekitar satu jam menyusuri lorong dan keluar masuk beberapa toko souvenir, kami tiba di bawah halaman katedral. La Giralda – menara yang ingin kami kunjungi – terlihat berdiri kokoh menjulang menempel di sisi katedral. 

Menurut catatan sejarah, La Giralda selesai dibagun pada tahun 1198 sebagai menara atau minaret dari masjid Sevilla. Menyusul jatuhnya penguasa Muslim Sevilla, masjid Sevilla beralih fungsi menjadi katedral. La Giralda tetap dipertahankan dengan sedikit perubahan. Bagian atas menara diubah sehingga tidak lagi berbentuk kubah. Fungsinya juga diubah menjadi bell tower.

sevilla05

La Giralda dilihat dari arah Alcazar.

Dari katedral kami berencana mengunjungi bekas istana Alcazar. Sampai di depan gerbang kami mendapatkan informasi bahwa Alcazar hanya buka sampai jam 7 malam. Melirik arloji rupanya sudah jam 7.30 malam meski suasana masih terang-benderang. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan menyusuri Calle Alemanes sambil menikmati suasana kota Sevilla. Karena sudah masuk waktu makan malam, kami menghabiskan waktu satu jam berikutnya untuk menikmati paella alias nasgor ala Espana dan tapas.

sevilla03

Pintu gerbang Alcazar.

Selesai makan malam kami melanjutkan perjalanan ke stasiun metro untuk kembali ke hotel. Sebenarnya masih banyak destinasi wisata menarik yang di Sevilla. Sayang sekali kami hanya menginap semalam sehingga hanya sebagian kecil yang dapat kami sambangi. Anak-anak juga sudah mulai terlihat lelah karena sudah berjalan jauh sejak pagi hari.

sevilla04

Salah satu sudut kota Sevilla.

Sampai di hotel, acara berikutnya adalah rehat untuk mengusir penat. Setelah berisitirahat semalam di Sevilla, sebelum melanjutkan perjalanan kami mampir ke toko milik klub Sevilla FC, tepat di samping stadion.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya: Cordoba.

sevilla06

Lorong dengan pintu masuk model kubah.




Advertisements