Libur Panjang dan Macet di Jalan Tol

Setiap libur panjang kita disuguhi – dan kadang menikmati – kemacetan parah di jalan tol. Jalan bebas hambatan yang dibangun untuk mempercepat pergerakan kendaraan mendadak berubah menjadi tempat parkir tiban. Penyebab kemacetan ini demikian kompleks. Ada yang menyebut pintu masuk dan keluar tol sebagai biang keladi.

Di Austria, berbeda dengan di Indonesia, tidak dikenal gerbang masuk dan keluar tol. Kendaraan yang melintasi jalan tol dikenakan bea tapi tidak dengan membayar di tempat saat masuk atau keluar gerbang tol. Austria – dan juga beberapa negara lain di Eropa – menerapkan sistem stiker. Stiker tol yang dikenal juga sebagai vignette ini dipasang di bagian kiri atas kaca depan kendaraan.

Ada tiga jenis stiker tol untuk kendaraan pribadi – ukuran kecil dan sedang. Pertama adalah stiker dengan masa berlaku 10 hari seharga €8.80. Sekitar 132ribu rupiah dengan kurs 15ribu. Stiker dengan durasi terpendek ini biasanya dibeli oleh kendaraan yang melintas di Austria untuk sementara waktu. Misalnya mereka yang tengah melancong.

Kedua adalah stiker dengan masa berlaku 2 bulan seharga €25.70 atau sekitar 385ribu.

Ketiga adalah stiker dengan masa berlaku setahun seharga €85.70 atau sekitar Rp 1.285.500. Dengan stiker ini kita bisa berkendara di tol sak monahe. Mau ngalor-ngidul di tol sepanjang tahun juga boleh

Denda dikenakan untuk kendaraan yang tidak memiliki stiker yang valid. Jika dibaya di tempat, besarnya denda adalah €240. Denda akan lebih mahal jika dibayar di waktu lain. Misal: lagi bokek berat.

Tidak adanya gerbang tol membuat antrian kendaraan masuk atau keluar tol jarang ditemui. Tol selalu lancar, kecuali dalam kondisi darurat.

Selain itu sistem stiker juga membuat ongkos tol menjadi murah – jauh lebih murah dibandingkan di Indonesia. Tol tahunan seharga €85.70 jika dibagi 365 jatuhnya hanya kisaran 3.000-4.000 rupiah.

Berapa rata-rata ongkos tol yang harus dikeluarkan di Indonesia dalam sehari? Bisakah sistem stiker diterapkan di Indonesia?

Jangan dipikir terlalu serius, ndak merusak mood liburan hehehe…

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. savanamoza says:

    kalau sdh memiliki stiker berarti jalan tolnya apakah punya alat deteksi??

    1. LareSabin says:

      Ada alat pemindai yang dipasang di sejumlah titik. Kadang ada juga pemeriksaan secara acak oleh polisi.

  2. winnymarlina says:

    harsunay kalau di terapkan di Indonesia malah lbh efisien

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s