Ke Chicago

Akhir pekan lalu saya berkesempatan mengunjungi kota Chicago. Waktu berangkat Jumat siang, melihat airport San Francisco yang begitu padat, terbayang perjalanan bakal melelahkan. Maklum, musim panas telah tiba. Sekolah mulai libur. Saatnya keluarga Amerika bepergian ke luar kota. Seperti biasa, petugas imigrasi menyambut calon penumpang dengan wajah siaga. Sepertinya seluruh calon penumpang pesawat harus dicurigai.

Continue reading “Ke Chicago”

Advertisements

McBama: Capres Alternatif Amerika

Tulisan Trudy Rubin di koran San Jose Mercury pagi ini sungguh menarik. Tidak realistis, tetapi cukup menggelitik. Judulnya “What America needs to fix failed foreign policy: McBama.”
Rubin menyebut dalam menanggapi beberapa isu penting, seperti hubungan Amerika dengan Iran atau Irak; Obama terlihat terlalu naif dan McCain terlalu kaku.
Obama terlihat tidak berpikir panjang ketika menyatakan akan segera menarik pasukan Amerika dari Irak. Juga saat menyatakan mau bertemu dengan Presiden Iran Ahmadinejad tanpa syarat.
Continue reading “McBama: Capres Alternatif Amerika”

Tujuh Dosa Politik Luar Negeri Amerika

Kebijakan luar negeri Presiden Goerge Bush banyak menuai kritikan, di dalam maupun di luar Amerika. Banyak tulisan yang mengupasnya, termasuk buku karya Loch K. Johnson berjudul Seven Sins of American Foreign Policy (Pearson Longman, 2007). Johnson adalah profesor di University of Georgia dan editor senior jurnal Intelligence and National Security.
Apa saja tujuh dosa tersebut?
Continue reading “Tujuh Dosa Politik Luar Negeri Amerika”

Obama vs McCain: Skor Minggu Ini

Majalah Time (edisi Amerika) mulai menyajikan analisis mingguan mengenai posisi kubu Demokrat dan Republik menjelang pilpres. Barack Obama belum resmi menjadi capres Demokrat, namun Time menyandingkannya dengan John McCain dalam mengulas isu-isu yang berkembang. Hillary Clinton? Peluangnya dianggap sudah habis.

Minggu ini ada empat isu yang diangkat. Pada tiap isu ditetapkan skor antar kedua kandidat. Akumulasinya menjadi skor akhir.

Isu pertama: politik luar negeri.

Continue reading “Obama vs McCain: Skor Minggu Ini”

Politik Luar Negeri Amerika Pasca-Bush

Babak baru menjelang pilpres Amerika dimulai pekan lalu. Perdebatan antar-kandidat sudah mulai merambah ke isu politik luar negeri. Pemicunya adalah pernyataan Presiden George Bush di sela-sela kunjungannya ke Israel. Dalam pidatonya di depan parlemen Israel, Bush mempersoalkan kesediaan beberapa pihak di Amerika yang mau berdialog dengan ‘teroris dan kaum radikal.’

Meski tidak menyebut nama, terlihat jelas yang dituju Bush adalah Barack Obama, kandidat presiden dari Partai Demokrat. Dalam berbagai kesempatan Obama memang menyatakan kesediaannya berdialog dengan pemimpin dari negara-negara yang dianggap ‘musuh’ Amerika; seperti Iran, Korea Utara, dan Venezuela.

Continue reading “Politik Luar Negeri Amerika Pasca-Bush”

Indonesia Pemimpin ASEAN

Membuka majalah The Economist (edisi 24 Mei 2008), perhatian saya tertuju pada dua artikel tentang Indonesia. Terus terang saja, bagi saya terpampangnya dua artikel mengenai Indonesia cukup mengejutkan. Sebab biasanya yang menjadi sorotan adalah China dan India, dua negara yang sedang begitu ramai diperbincangkan. Topiknya juga seputar pertumbuhan ekonomi mereka yang mencengangkan.

Artikel tentang Indonesia berjudul “Forcing help on Myanmar: ASEAN needs to play a bigger role in its region, and Indonesia a bigger role in ASEAN”dan “Not yet a dream; no longer a nightmare: a boom satire marks a decade of sturdy democracy.”

Saya akan mengulas artikel pertama.

Continue reading “Indonesia Pemimpin ASEAN”

Obama dan Hillary Sebagai Negarawan

Putaran pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk menetapkan capres sebentar lagi berakhir. Tinggal tiga wilayah yang belum menggelar pemilihan, yaitu Puerto Rico, Montana, dan South Dakota. Dan sejauh ini Barack Obama memimpin perolehan jumlah delegasi, mengungguli rivalnya Hillary Clinton.

Obama meraih lebih banyak delegasi. Baik delegasi yang dipilih dalam pemilihan pendahuluan maupun delegasi super yang ditunjuk karena statusnya sebagai pengurus partai atau kader partai yang menjadi pejabat publik. Berdasarkan perhitungan terakhir koran Los Angeles Times hari ini, misalnya, Obama meraih 1.965 delegasi (1.656 merupakan hasil pemilihan dan 309 delegasi super). Hillary meraih 1.780 delegasi (1.500 dari hasil pemilihan dan 280 delegasi super).

Continue reading “Obama dan Hillary Sebagai Negarawan”